BISNIS : 10 Kesalahan Pebisnis yang Merugi

ADA hal-hal umum yang sering dilupakan para pebisnis, terutama pebisnis pemula. Dan pada suatu saatnya, mereka terkejut karena tiba-tiba melihat bisnisnya merugi dan mengarah bangkrut. Kenapa hal demikian bisa terjadi?

Ada 10 kesalahan

1.Belum kembali modal sudah bicara profit

Sangat sering terjadi, belum kembali sudah bicara profit. Itu boleh saja asal angsuran kembali modalnya juga ditargetkan tiap hari,tiap bulan,tiap triwulan atau tiap semester. Namun yang sering terjadi, banyak pebisnis mengatakan bisnisnya untung, padahal kembali modalpun belum.

2.Tidak mampu melakukan penghematan

Banyak pula pebisnis yang kurang mampu mendendalikan diri. Tiap kali ada pemasukan uang yang dikira banyak, maka sebagian diambilnya untuk membeli Blackberry, laptop atau lain-lainnya. Hal tersebut bisa saja dilakukan kalau sudah dianggarkan. Namun yang sering terjadi, banyak pebisnis yang boros.

3.Kurang mampu mengantisipasi munculnya pesaing yang lebih berkualitas

Ketika bisnisnya maju, lupa kalau suatu saat akan muncul pesaing yang ternyata lebih canggih dan berkualitas. Jika hal demikian tidak diantisipasi, maka secara cepat pedmasukannya akan merosot secara drastis.

4.Tak mampu memahami keinginan konsumen

Banyak pula pebisnis yang kurang peka terhadap keinginan konsumen. Tiap keluhan konsumen selalu dibantahnya. Keluhan konsumen ditanggapi dengan cara membela diri. Padahal, keluhan konsumen merupakan keinginan konsumen.

5.Kurang perhatian pengaruh ekonomi internasional terhadap bisnisnya

Kurangnya pengetahuan ekonomi internasional juga punya andil meruginya sebuah usaha bisnis. Pengaruh bisa langsung bisa tidak langsung.

6.Kurang mampu mengantisipasi munculnya peraturan pemerintah yang bersifat menghambat

Peraturan pemerintah bisa saja suatu saat berubah. Bisa menguntungkan dan bisa merugikan. Jika tidak diantsipasi, maka justru peraturan yang merugikan yang akan dihadapi. Oleh karena itu, kemungkinan keluarnya peraturan yang bersifat membatasi atau melarang harus diantisipasi dan dipersiapkan alternatif solusinya.Jika tidak, pebisnis akan merugi.

7.Terlalu percaya terhadap mitra bisnis

Mungkin karena mitra bisnisnya sahabat baiknya, maka seorang pebisnis bisa percaya 100%. Padahal, bisnis adalah bisnis. Suatu saat yang tak terduga, dia baru menyadari kalau dia ternyata menjadi korban penipuan dari mitra bisnisnya yang selama ini sangat dipercaya.

8.Terlalu banyaknya pembelian secara tidak tunai

Terlalu percaya terhadap konsumen ataupun mitra bisnis yang melakukan pembayaran secara angsuran juga mengandung resiko yang cukup besar. Karena, besar kemungkinan suatu saat pembayaran akan macet dan ini akan berakibat negatif terhadap cash flow atau perputaran bisnisnya.

9.Tidak pernah menabung

Lebih konyol lagi, banyak  pebisnis yang tidak menabung. Begitu ada kesulitan uang, maka yang dilakukan adalah menjual barang-barang milik pribadi, menggadaikan barang-barang atau bahkan terjebak pada utang.

10.Kurang serius di dalam mencari alternatif solusi

Sering terjadi, jika ada masalah, masing-masing pemegang saham atau para pebisnis di dalam sebuah perusahaan tidak serius mencari solusi. Yang ada saling menyalahkan dan saling lempar tanggung jawab.

 

Semoga bermanfaat

 

Hariyanto Imadha

Facebooker/Blogger

 

 

 

Iklan

Tentang demono2010

Alumni LPK De Mono Jakarta Angkatan XI
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s